MAKASSAR,Titikberita.id— Penguatan sektor perdagangan dan terciptanya iklim usaha yang sehat menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. Irmawati Sila, S.E., M.M., dalam Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VIII bersama Dinas Perdagangan Kota Makassar, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Karebosi Premier Makassar tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan berbagai program pemerintah di sektor perdagangan berjalan efektif sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Hadir sebagai narasumber Abdul Hamid, S.Sos., M.M., Analis Perdagangan Ahli Muda, serta Etha Gustin Merdekawaty, S.E., M.M., akademisi. Sementara Rini Susanty, S.E., bertindak sebagai moderator.
Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada berbagai tantangan sektor perdagangan serta pentingnya penguatan kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan berdaya saing.
Irmawati Sila mengatakan sektor perdagangan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diterapkan mampu memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.
“Perdagangan merupakan salah satu sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kita ingin program pemerintah mampu menciptakan kondisi perdagangan yang sehat, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Irmawati.
Menurutnya, pengawasan DPRD juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus menyerap berbagai masukan mengenai persoalan perdagangan yang terjadi di lapangan.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat penting untuk menghadapi dinamika perdagangan yang terus berkembang.
“Pengawasan bukan sekadar mengevaluasi, tetapi juga mencari solusi terhadap persoalan yang ada. Masukan dari masyarakat dan pelaku usaha menjadi bahan penting bagi DPRD dalam mendorong kebijakan yang lebih tepat,” katanya.
Sementara itu, kehadiran akademisi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan dalam melihat perkembangan sektor perdagangan dan merumuskan langkah penguatan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
















