MAKASSAR,Titikberita.id — Pengelolaan pasar yang semakin modern menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Makassar, Ismail, S.H., dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Bersama Perumda Pasar Makassar Raya Angkatan 9 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Karebosi Premier Hotel Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ismail mendorong agar pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari pengembangan pengelolaan pasar di Kota Makassar. Digitalisasi dinilai memiliki peluang untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Agenda pengawasan ini menghadirkan Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, S.Sos., serta Pengamat Tata Kota, Indira Purnamasari, S.T., sebagai narasumber.
Ali Gauli Arief memaparkan arah pengembangan digitalisasi Perumda Pasar Makassar Raya sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan yang semakin terintegrasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung pendataan, pengelolaan penerimaan, serta membuka ruang optimalisasi potensi pendapatan daerah.
Ismail menyambut positif pengembangan tersebut. Menurutnya, transformasi digital dapat menjadi salah satu langkah penting untuk membawa pengelolaan pasar mengikuti perkembangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi Perumda terhadap daerah.
“Digitalisasi ini merupakan langkah yang positif. Kalau sistemnya semakin terintegrasi, pengelolaan bisa lebih tertata dan potensi pendapatan daerah dapat kita optimalkan. Tentu kita ingin manfaatnya juga dirasakan langsung oleh pedagang dan masyarakat,” ujar Ismail.
Menurut Ismail, digitalisasi tidak boleh hanya berhenti pada penerapan sistem teknologi. Penerapannya harus mampu memberikan kemudahan dalam pelayanan dan mendukung aktivitas pedagang, sehingga modernisasi pasar benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain aspek digitalisasi, kegiatan tersebut juga membahas pengembangan pasar dari perspektif tata kota. Indira Purnamasari memberikan pandangan mengenai pentingnya penataan pasar yang selaras dengan perkembangan kawasan perkotaan, termasuk aspek keteraturan, aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat.
Ismail menilai berbagai perspektif yang disampaikan dalam kegiatan pengawasan menjadi masukan penting untuk mendorong pengelolaan pasar yang lebih komprehensif.
“Kita ingin pasar Makassar terus naik kelas. Bukan hanya lebih baik secara fisik, tetapi juga lebih modern dalam pengelolaannya. Teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat pelayanan sekaligus meningkatkan kontribusi pasar terhadap PAD,” katanya.
Menurutnya, penguatan digitalisasi juga perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan sistem, sumber daya manusia dan kebutuhan para pedagang. Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Ismail menegaskan bahwa kegiatan pengawasan merupakan bagian dari komitmennya dalam menjalankan fungsi DPRD, sekaligus menjadi ruang untuk mendorong inovasi dan pengembangan badan usaha milik daerah.
Ia berharap pengelolaan Perumda Pasar Makassar Raya ke depan semakin profesional, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga pasar dapat terus menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi yang semakin kuat bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar.
















