MAKASSAR,Titikberita.id — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj. Rezki, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 dengan pembahasan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Karebosi Premier Makassar, Senin (27/04/2026).
Dalam sambutannya, Hj. Rezki menegaskan pentingnya perhatian bersama terhadap perkembangan sosial di tengah masyarakat, khususnya yang berdampak pada pembinaan karakter generasi muda dan ketahanan keluarga.
“Kita perlu memperkuat pendidikan moral, peran keluarga, serta pengawasan lingkungan sosial agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif,” ujarnya.
Narasumber kedua, drg. Ita Isdiana Anwar selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, memaparkan bahwa perlindungan anak dan perempuan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data layanan DPPPA Kota Makassar tahun 2025, tercatat penanganan 1.222 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan korban anak sebanyak 762 kasus atau 62 persen, sedangkan korban dewasa 460 kasus atau 38 persen. Selain itu, korban perempuan masih mendominasi sebesar 69 persen.
“Data ini menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan keluarga, edukasi masyarakat, serta pendampingan psikologis dan sosial bagi anak maupun perempuan yang rentan menjadi korban,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar juga telah memperluas akses layanan melalui Shelter Warga dari 103 kelurahan menjadi 153 kelurahan, serta memperkuat jejaring perlindungan bersama kampus, NGO, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan kelompok pemuda.
Sementara itu, narasumber ketiga, M. Awaluddin, menekankan bahwa penanganan persoalan sosial harus dilakukan melalui pendekatan hukum, edukasi, dan pembinaan masyarakat sesuai peraturan yang berlaku.
“Semua persoalan sosial perlu disikapi dengan bijak melalui jalur hukum, pencegahan, dan kebijakan yang berpihak pada ketertiban umum serta perlindungan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembinaan generasi muda, perlindungan anak, dan pentingnya sinergi pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sosial di Kota Makassar.
















