Masukkan Siswa Titipan Lewat Jalur Tol, Kepsek SMP 6 Makassar Diduga Masuk Angin?

MAKASSAR,Tititkberita.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan komitmen penyelenggaraan SPMB 2025 dapat berjalan profesional, transparan dan akuntabel. Hal ini telah dibuktikan Disdik Makassar lewat sistem pendaftaran dan penerimaan siswa-siswi SD dan SMP yang terbilang sangat ketat.

Keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan seleksi, tetapi juga dari sejauh mana sistem ini mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata. Termasuk bebas dari praktik-praktik titipan, rekomendasi atau jalur siluman yang tentu akan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Makassar.

Ditengah usaha dan inovasi yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Makassar untuk memaksimalkan SPMB agar dapat berjalan dengan maksimal, ada saja beberapa pihak yang mencederai hal tersebut.

Sebut saja di UPT SPF SMP NEGERI 6 Makassar. Sekolah yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan dan terfavorit dan telah mencetak banyak alumni-alumni berkualitas, harus tercoreng dengan sikap pimpinan yang diduga memasukkan peserta didik yang sebelumnya tidak lulus pada seleksi terbuka SPMB, kini diketahui telah diluluskan tanpa mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku.

Hal tersebut terungkap usai salah satu orang tua siswa yang anaknya juga tidak lulus di SMP Negeri 6 Makassar meluapkan kekecewaannya saat mengetahui banyaknya siswa-siswi yang lulus tidak melalui prosedur SPMB.

“Saya punya bukti dan data, beberapa anak tidak lulus saat seleksi SPMB, tapi saat setelah berjalannya proses tersebut, bahkan saat siswa-siswi mulai melaksanakan MPLS, siswa-siswi ini yang tadinya tidak terdaftar pada pengumuman lulus seleksi, eh masuk dan lulus namanya pak”, ujar orang tua siswa yang enggan disebut namanya..

“Saya sudah minta klarifikasi dari pihak sekolah, dan memang diakui benar informasi tersebut, saya punya buktinya dan datanya pak, bahkan saya siap dipanggil sebagai saksi dan membeberkan buktinya, anak itu berinisial G.E.A . Kami sangat kecewa dengan proses SPMB ini”, kesalnya.

Terpisah, Koordinator Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Pendidikan Kota Makassar (API PEKAT), Alif menyampaikan keprihatinannya atas dugaan maladministrasi dan pungli yang terjadi di SMP 6 Makassar.

“Disdik Makassar secara pemberitaan seolah menggaransi bahwa tidak ada lagi jalur-jalur siluman ataupun istilahnya lewat jendela , Kadis Pendidikan bahkan mengatakan semua proses ini transparan, tanpa adanya negosiasi ataupun lobby orang dalam, tapi nyatanya? Apa pale ini?. Ternyata hanya pencitraan dan statment di media saja, apakah Dinas juga bisa jadi terlibat dengan kejadian ini atau jangan sampai bermain mata dengan SMP 6 juga ini barang”, tukasnya.

“Kasus ini harus diselesaikan, diusut tuntas, apa lagi kemarin ada isu baju seragamlah, SPMB yang didemo, dsb. Permasalahan ini yang kami temukan, adalah salah satu bukti bahwa Kadis Pendidikan berbicara tidak sesuai fakta, kalau Kadis tidak mampu, mending mundur saja”, sambungnya.

Menurutnya, SMP 6 Makassar sebagai sekolah unggulan harusnya melaui proses yang betul-betul adil, bukan dengan cara siswa masuk jalur tol. Ia juga menduga kuat terjadi persengkongkolan jahat ditubuh internal SMP 6 Makassar.

“Kami menduga ada beberapa pihak yang “masuk angin”, terutama Kepsek selaku pimpinan tertinggi disekolah pasti besar andilnya, dan kami pun telah mengantongi data valid”, ujarnya.

“Kami akan segera mengadakan konsolidasi untuk melakukan tindakan pengawalan supremasi hukum dan menjaga generasi bangsa dengan menggelar aksi unjuk rasa di 3 titik, yaitu Dinas Pendidikan Kota Makassar, DPRD Kota Makassar, dan Fly Over, dan tolong DPRD jangan tutup mata, Komisi D harus bersikap tegas”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *